“Perubahan senantiasa bergulir mengiringi perjalanan manusia dan jaman. Perubahan tersebut mentransformasi kebudayaan, cara berfikir, pengetahuan hingga hal – hal kecil yang tidak pernah diperhitungkan sebelumnya. Setiap peristiwa yang terjadi di muka bumi seolah menyiratkan bahwa segala sesuatu tidak akan pernah lenggang dan kita semua harus bersiap menghadapinya. Namun, hal ini bukan berarti mengajarkan untuk tidak berpuas diri dengan apa yang sudah ada, sebaliknya justru menyadarkan kita untuk berani mengikuti perubahan. Atau lebih jauh, mendorong kita untuk memiliki keberanian melakukan perubahan. Terlebih apabila kehadiran perubahan tersebut, dapat membuat kehidupan berlangsung menjadi lebih baik.”
Salah satu contohnya adalah pergeseran sangat cepat yang melanda perum Pos dan Giro (dunia telekomunikasi) dalam hal menyampaikan ragam berita singkat. Sebelum ditemukan telepon genggam, dunia komunikasi bertumpuh penuh pada alat komunikasi dan jasa yang ada di kantor pos disamping alat komunikasi telepon yang sudah ada.
Tidak pernah ada yang menduga sebelumnya bahwa peran Perum Pos dan Giro akan tergeser sedrastis ini oleh kecanggihan alat komunikasi telepon genggam dan (juga) internet. Saat ini untuk menyampaikan “berita tertulis” secara singkat dan cepat, kita tidak perlu lagi direpotkan oleh serangkaian kegiatan membeli kartu, perangko, amplop dan lain sebagainya. Semua itu, dengan kehadiran telepon genggam, telah dipermudah secara signifikan. Cukup ketik pesan anda melalui telepon genggam lalu kirimkan, maka dalam kurun waktu yang relatif singkat, “pesan” anda telah dapat dibaca oleh sang penerima. Luar biasa dan tidak terbayangkan sebelumnya, tetapi itulah realita dan dampak dari perubahan. Hal tersebut akan terus bergulir dan selalu akan terjadi.
Jadi, perubahan akan selalu terjadi dan tidak bisa dielakkan. Walaupun kita tidak menginginkan, sesungguhnya perubahan kehidupan akan terus berlanjut, tanpa memperdulikan apakah kita mengikutinya atau tidak. Kalau selamanya kita bertahan dengan pemikiran kolot bahwa tanpa perubahan semua akan baik – baik saja, maka itu sama saja bahwa hidup kita tengah berada dalam puncak kemunduran.
Predikat sebagai penghambat perubahan mungkin saja mampir kepada kita kalau kita masih saja bersikukuh memegang sesuatu yang seharusnya mengalami perubahan. Saat yang lain berlomba menggapai langit, mungkin kita masih sibuk menggaruk – garuk tanah. Yang lain sudah mencapai bulan baru memikirkan apakah mungkin manusia pergi ke luar angkasa. Lebih celakanya lagi kita mengajak orang lain untuk tidak ikut – ikut menuju perubahan dengan dalih bahwa pemikiran lama lebih dapat dipertanggungjawabkan.
Perubahan memang bukan hal yang mudah. Apalagi jika diperhadapkan pada lingkungan kita yang mengatakan tidak perlu berubah. Nah, apakah kita akan mengangguk setuju? Sebenarnya kita tidak harus setuju dengan pendapat tersebut jika memang kita yakini tidak benar, apalagi jika tahu bahwa tanpa perubahan kita tidak akan bertumbuh.
“Jika selama hidup tidak ada paradigma yang berubah, ini menandakan kita sudah terlalu nyaman dengan pemikiran kuno atau kita tidak pernah berfikir sama sekali”, begitu dikatakan Bob Urichuck.
Disisi lain, seorang penulis bernama Arnold Benneth mengatakan “yang tragis adalah orang yang seumur hidupnya tidak pernah mengerahkan seluruh kemampuan maksimalnya”. Berkaitan dengan pendapat tersebut, maka sejatinya kita semua mempunyai kemampuan untuk menjadi murid yang bukan hanya sekedar pintar atau lulus tepat waktu, tapi menjadi murid yang lebih dari sekedar itu. Kita juga memiliki potensi untuk menjadi karyawan teladan, manager yang handal ataupun pemimpin yang diperhitungkan. Tapi kita tidak akan pernah bisa menjadi seperti semua itu kalau kita tidak memilki keinginan untuk mengubah cara berfikir, cara belajar, cara bekerja dan cara pandang terhadap apa yang dikerjakan sekarang. Mungkin baru sedikit saja kita menggerakkan kemampuan yang kita miliki. Bahkan belum setengahnya, belum sampai menggerakkna roda.
Milikilah keberanian dengan mengubahnya menjadi kekuatan penuh, yang akan menggerakkan seluruh kemampuan kita. Miliki kenyakinan bahwa kita bisa melakukan lebih dari pada yang dapat kita lakukan sekarang ini. Yakinlah bahwa kita layak diperhitungkan, seseorang yang tidak hanya mendapat keberhasilan tapi juga kebahagiaan dan kepuasan.
Kita sudah dianugerahi potensi yang bisa digali dan dikembangkan. Jadi walaupun kita berada di padang pasir janganlah menjadi pasir. Milikilah sesuatu yang berbeda. Meskipun sakit, berkali – kali jatuh dan mengeluarkan banyak keringat, tetapi sekeliling kita akan merasakan kehadiran kita. Mereka mengenal kita karena kita berbeda. Kita berbeda karena berani berubah untuk memperoleh segala sesuatu yang lebih baik.
Jangan takut atau anti terhadap perubahan, karena AR. Bernard mengatakan “kalau suatu perubahan dibutuhkan dan seseorang menolak untuk merubah maka keputusannya untuk tidak berubah itu akan membawanya kepada kehancuran”.
Intinya, kita tidak boleh takut terhadap perubahan karena perubahan selalu terjadi. Ada yang datang dan pergi, ada yang lama dan baru, ada yang menjadi buruk atau menjadi baik. Jadi siaplah berubah, karena yang tidak pernah berubah hanyalah perubahan itu sendiri.
Disadur dari buku: “Dare to change”, Timotius Adi Tan / metalexia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar